Loading Now

MELATI Bawa Sumber Daya Alam Hayati ke Ruang Kelas dalam Visual 3D

EMPAT LAWANG — SD Negeri 08 Muara Pinang menghadirkan MELATI, singkatan dari Media Pembelajaran Assemblr Edu pada Materi Sumber Daya Alam Hayati, sebagai inovasi pembelajaran interaktif untuk siswa kelas IV. Media ini memanfaatkan teknologi augmented reality untuk menampilkan objek flora dan fauna dalam bentuk tiga dimensi melalui telepon pintar atau tablet. Siswa dapat memutar, memperbesar, dan mengamati objek digital yang muncul setelah kode QR atau penanda dipindai. Pendekatan tersebut dirancang agar materi yang sebelumnya hanya dibaca dari buku dapat dipahami melalui pengalaman visual yang lebih nyata.

Inovasi ini berangkat dari hasil pengamatan terhadap pembelajaran yang masih banyak mengandalkan penjelasan lisan dan buku teks. Pola tersebut membuat sebagian siswa kurang aktif, jarang berinteraksi dengan materi, dan belum memperoleh pemahaman yang mendalam. Guru kemudian mencari media yang mampu mengubah kegiatan belajar dari pasif menjadi aktif serta eksploratif. Assemblr Edu dipilih karena dapat menghadirkan alat peraga digital tanpa harus menyediakan objek asli yang mahal, sulit diperoleh, atau membutuhkan ruang khusus.

Dalam MELATI, kekayaan sumber daya alam hayati Indonesia disusun menjadi ekosistem digital yang dapat diakses langsung di meja belajar siswa. Objek tumbuhan dan hewan dilengkapi informasi mengenai pengertian, jenis, manfaat, serta contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Visual tiga dimensi membantu siswa melihat detail objek dari berbagai sudut, sedangkan titik informasi memberi penjelasan tambahan ketika disentuh. Kombinasi tersebut membuat ruang kelas berfungsi seperti laboratorium alam virtual yang mendorong rasa ingin tahu.

Belajar melalui Visual Tiga Dimensi

Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan memastikan aplikasi Assemblr Edu terpasang dan perangkat memiliki koneksi internet yang memadai. Guru menyiapkan proyek digital, kode kelas, kode QR, atau kartu penanda yang menghubungkan siswa dengan materi Sumber Daya Alam Hayati. Setelah media aktif, siswa diarahkan mengamati objek dengan cara memutar, memperbesar, dan membuka titik informasi yang tersedia. Guru berkeliling untuk membantu apabila kamera sulit memindai atau aset tiga dimensi belum termuat dengan baik.

Eksplorasi tidak berhenti pada pengamatan visual karena siswa juga menggunakan lembar kerja yang terhubung dengan materi digital. Pertanyaan dalam lembar kerja mendorong mereka menemukan ciri fisik, manfaat, atau kelompok sumber daya alam secara langsung dari objek AR. Di akhir kegiatan, kuis interaktif dan diskusi reflektif digunakan untuk mengetahui perubahan pemahaman siswa setelah menggunakan media. Dengan alur ini, teknologi dipadukan dengan aktivitas membaca, mengamati, berdiskusi, dan menyampaikan kembali hasil temuan.

Kebaruan MELATI terletak pada perubahan materi tekstual yang statis menjadi pengalaman visual-spasial yang imersif. Flora dan fauna tidak lagi hanya hadir sebagai gambar pada halaman buku, melainkan sebagai model digital yang seolah muncul di lingkungan nyata. Fitur navigasi mandiri memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai kecepatan dan rasa ingin tahu masing-masing. Pembelajaran pun bergerak dari pola menerima informasi menuju kegiatan aktif yang menuntut eksplorasi dan pengambilan keputusan.

Dikembangkan dengan Model ADDIE

Pengembangan MELATI menggunakan tahapan ADDIE yang terdiri atas analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap awal, guru memetakan kebutuhan pembelajaran serta karakter siswa yang beragam, mulai dari aktif bergerak hingga cenderung pasif. Materi kemudian dirancang melalui Canva dan Assemblr Edu untuk menghasilkan tampilan tiga dimensi yang sesuai dengan kompetensi pembelajaran. Produk yang selesai dikaji, diperbaiki, dan diuji secara bertahap sebelum diterapkan dalam kegiatan belajar.

Tahap implementasi dilakukan melalui uji perorangan, kelompok kecil, dan uji lapangan untuk melihat kemudahan penggunaan media. Guru mengamati keterlibatan siswa sekaligus mengumpulkan tanggapan melalui angket kepraktisan. Evaluasi digunakan untuk menilai bagian yang perlu disempurnakan, baik dari sisi materi, tampilan, bahasa, maupun teknis penggunaan. Rangkaian tersebut membuat pengembangan media berlangsung terarah dan tidak berhenti pada pembuatan produk digital semata.

Respons Siswa Masuk Kategori Sangat Baik

Hasil angket terhadap 23 siswa menunjukkan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 92,06 persen. Nilai tersebut menempatkan media pembelajaran Assemblr Edu dalam kategori sangat baik dan dinyatakan praktis untuk digunakan pada pembelajaran. Sebagian besar siswa memberikan penilaian sangat tinggi, bahkan dua peserta memperoleh skor 100 persen dalam angket yang diberikan. Capaian ini memperlihatkan bahwa media digital yang dirancang sesuai kebutuhan kelas dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.

MELATI juga memberi pilihan baru bagi guru untuk menjelaskan materi yang sulit divisualisasikan hanya melalui ceramah dan buku. Sekolah dapat menggunakan media yang sama secara berkala serta memperbarui konten sesuai topik pembelajaran berikutnya. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah dasar dapat dilakukan secara terarah, sederhana, dan tetap berpusat pada aktivitas belajar siswa. Melalui inovasi tersebut, SD Negeri 08 Muara Pinang mendorong pembelajaran IPAS yang lebih menarik sekaligus memperkuat pemahaman tentang kekayaan hayati Indonesia.

Sumber bahan berita: MELATI (Media Pembelajaran Assemblr Edu pada Materi Sumber Daya Alam Hayati), SD Negeri 08 Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Tahun 2025.

Post Comment