Loading Now

Gizi Anak Lebih Terpantau, Berkat LASKAR PELANGI

Kota Bekasi – Angka gizi buruk yang masih tinggi mendorong diterapkannya inovasi pelaporan digital di berbagai daerah di Indonesia. Program ini melibatkan kader penimbangan balita yang dibekali pelatihan dan aplikasi mobile untuk mencatat serta melaporkan data gizi anak secara cepat. Dengan cara ini, balita yang berisiko gizi buruk bisa segera ditangani oleh tenaga kesehatan.

Data WHO tahun 2020 mencatat bahwa 27,7% anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat gizi buruk. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah bersama puskesmas mengembangkan program berbasis teknologi guna memperkuat pelaporan penimbangan balita.

Melalui aplikasi Android, kader dapat menginput data hasil penimbangan secara langsung dan akurat. Aplikasi ini juga dilengkapi panduan teknis serta sistem pelaporan otomatis yang mempercepat proses intervensi.

Program ini sejalan dengan regulasi seperti Permenkes No. 7 Tahun 2019, dan bertujuan memperkuat sistem kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.

Dengan pelibatan kader dan dukungan teknologi, inovasi ini diharapkan mampu menurunkan angka gizi buruk balita di Indonesia. Anak-anak pun bisa tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik.

Post Comment